Menggunakan CX-Programmer untuk Pemula

Menggunakan CX-Programmer untuk Pemula dalam PLC Programming (Ladder Diagram) – Langkah demi Langkah Download, Upload, dan Fitur-Fitur Terkini

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang PLC dan pengenalan awal software CX-Programmer. Nah, saat ini saya ingin berbagi tentang bagaimana cara menggunakan CX-Programmer meliputi tentang apa saja fitur-fiturnya, bagaimana cara membuat program PLC dengan menggunakan Ladder diagram (Diagram Tangga), hingga bagaimana cara meng-Download dan meng-Upload program ke PLC. Pertama, buka terlebih dahulu Software CX-Programmer.

Menggunakan CX-ProgrammerGambar Tampilan saat proses membuka CX-Programmer Versi 9.0
Menggunakan CX-ProgrammerGambar Tampilan awal CX-Programmer versi 9.0 setelah berhasil dibuka

Apa Saja Fitur-fitur CX-Programmer

  1. Pertama-tama sebelum kita belajar cara menggunakan CX-Programmer, kita kenali fitur-fiturnya dahulu, pada menu pilih File -> New, atau bisa langsung pada toolbar klik gambar kertas putih untuk memulai membuat project baru maka akan muncul tampilan berikut :

    Menggunakan CX-ProgrammerGambar Tampilan New Project dan pemilihan device PLC pada CX-Programmer
  2. Kemudian, pilih tipe PLC dan jenis Network yang akan digunakan. Misalnya untuk tipe PLC kita akan memilih PLC CPIE dan Network type yang akan digunakan yaitu USB untuk pengaturan lebih dalam bisa diklik setting, kemudian klik “OK” maka akan muncul tampilan berikut :

    Menggunakan CX-ProgrammerGambar Project pada CX-Programmer

    Berikut keterangan detail tampilannya :

    Menggunakan CX-ProgrammerGambar Keterangan detail tampilan project CX-Programmer

    Title Bar :
    Menunjukan nama file atau data yang Anda buat dan tersimpan pada CX- Programmer
    Menus :
    Pilihan Untuk memilih Menu
    Toolbar :
    Pilihan untuk memilih fungsi dengan menekan tombol.
    Pilih menu “view” pada Toolbar, Kemudian dapat memilih toolbar yang ingin ditampilkan.
    Section :
    Dapat membagi program kedalam beberapa blok. Masing-masing blok dapat dibuat atau ditampilkan.
    Project Tree :
    Mengatur program dan data. Dapat membuat duplikat dari setiap elemen dengan melakukan Drag dan Drop diantara project yang berbeda atau melalui suatu project.
    Project WorkSpace
    Ladder Window :
    Layar sebagai tampilan atau membuat diagram tangga.
    Output Window :
    Menunjukan informasi error saat melakukan compile (error check). Menunjukan hasil dari pencarian kontak / koil didalam list form. Menunjukan detail dari error yang ada pada saat loading suatu project.
    Status Bar :
    Menunjukan suatu informasi seperti nama PLC, status online/offline, lokasi dari cell yang sedang aktif.
    Information Window :
    Menampilkan window yang menunjukan shortcut key yang dalam pada CX–Programmer.
    Symbol Bar :
    Menampilkan nama, alamat atau nilai dan comment dari simbol yang sedang terseleksi oleh cursor.

Bagaimana Cara Membuat program PLC

PLC Omron CP1E-E40SDR-A memiliki dua sistem pemprograman:

  1. Function Block Diagram (FBD): Jenis teknik pemrograman logika yang tersusun dari blok-blok diagram dalam satu fungsi blok diagram khusus.

  2. Ladder Diagram (LD): Jenis teknik pemrograman logika yang tersusun dalam satuan-satuan kontak untuk menghasilkan fungsi tertentu dengan menggunakan logika yang terdiri dari kontak NC, NO, Timer, Counter, dan lain-lain.

Instruksi Dasar pada PLC

  1. LOAD (LD) dan LOAD NOT (LD NOT)

    Kondisi pertama yang mengawali sembarang blok logika di dalam diagram tangga berkaitan dengan instruksi LOAD (LD) atau LOAD NOT (LD NOT).

    Menggunakan CX-ProgrammerGambar Instruksi LOAD dan LOAD NOT

    Tabel Kode Mnemonik Instruksi LD dan LD NOT

  2. AND dan AND NOT

    Ketika dua atau lebih kondisi Anda hubungkan secara seri pada garis instruksi yang sama, kondisi pertama menggunakan instruksi LD atau LD NOT, dan sisanya menggunakan instruksi AND atau AND NOT. Berikut adalah penggalan diagram tangga yang menunjukkan tiga kondisi yang akan Anda hubungkan secara seri pada garis instruksi yang sama. Diagram berikut ini berkaitan dengan instruksi LD, AND NOT, dan AND. Dan masing-masing instruksi tersebut membutuhkan satu baris kode mnemonic.

    Gambar penggalan diagram tangga LD, AND dan AND NOT

    Tabel Kode Mnemonik Instruksi AND dan AND NOT

  3. OR dan OR NOT

    Ketika dua atau lebih kondisi Anda hubungkan secara paralel, yaitu dalam garis instruksi yang berbeda, kemudian bergabung kembali dalam satu garis instruksi yang sama, maka kondisi pertama terkait dengan instruksi LD dan LD NOT, dan sisanya terkait dengan instruksi OR dan OR NOT. Berikut kami tampilkan tiga buah instruksi yang berkaitan dengan instruksi LD NOT, OR NOT, dan OR. Dan masing-masing instruksi tersebut membutuhkan satu baris kode mnemonik.

    Gambar penggalan diagram tangga OR dan OR NOT

    Tabel Kode Mnemonik Instruksi OR dan OR NOT

  4. Kombinasi AND dan OR

    Jika Anda menggabungkan instruksi AND dan OR dalam suatu rangkaian tangga yang kompleks, Anda dapat memandangnya satu persatu. Artinya, Anda dapat melihat masing-masing hasil gabungan dua kondisi menggunakan instruksi AND atau OR secara sendiri-sendiri, kemudian menggabungkannya menjadi satu kondisi menggunakan instruksi AND atau OR yang terakhir. Berikut kami tampilkan contoh diagram tangga yang mengimplementasikan cara seperti tersebut.

    Gambar penggalan diagram tangga kombinasi AND dan OR

    Tabel Kode Mnemonik Instruksi AND dan OR

Add a Comment

Follow by Email
Pinterest
fb-share-icon
LinkedIn
Share
WhatsApp