Menguji Kabel UTP Crossover dan Straight Through

Menguji Kabel UTP Crossover dan Straight Through: Langkah, Tujuan, dan Analisis

TUJUAN PERCOBAAN :

Tujuan dari percobaan ini adalah memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai protokol TCP/IP dan konsep IP Address dalam jaringan lokal dan global. Selain itu, percobaan ini menguji kehandalan dan fungsionalitas jaringan dalam mengirim dan menerima data, termasuk dalam pengujian kabel UTP Crossover dan Straight Through. Mahasiswa dapat langsung mempelajari penggunaan kabel UTP dan memahami protokol TCP/IP melalui percobaan ini.

LANDASAN TEORI :

Protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) merupakan standar protokol yang mengatur komunikasi data dalam jaringan internet. Pemahaman akan protokol ini menjadi kunci dalam menguji kabel UTP Crossover dan Straight Through. Dalam pengujian kabel, penting untuk menguji bagaimana protokol TCP/IP berperan dalam pengiriman dan penerimaan data, terutama dalam menguji kabel UTP.

IP Address adalah sistem penomoran atau pengalamatan pada komputer yang terhubung dalam jaringan. Dalam Pengujian Kabel UTP, pemahaman mengenai IP Address menjadi faktor penting. Menguji kabel UTP melibatkan konfigurasi dan transfer data antar komputer dalam jaringan lokal (LAN). Dalam pengalamatan IP Address, terdapat dua golongan utama yaitu Public Address dan Private Address.

Pemahaman yang mendalam mengenai pengujian kabel UTP Crossover dan Straight Through akan membantu dalam memahami protokol TCP/IP dan penggunaan IP Address. Dalam pengujian ini, pemilihan dan pemahaman penggunaan Public Address dan Private Address menjadi kunci. Penggunaan Public Address terkait dengan komunikasi dalam jaringan internet, sedangkan Private Address digunakan dalam jaringan lokal yang tidak terhubung langsung dengan internet. Melalui Pengujian Kabel UTP Crossover dan Straight Through, pemahaman tentang protokol dan pengalamatan IP Address dalam komunikasi data jaringan akan diperkuat.

PERALATAN DAN BAHAN :

LANGKAH PERCOBAAN :

  1. Klik Start -> pilih Computer -> Properties  -> Devices Manager -> Network Adapter. Seperti pada gambar 2.1. Siapkan 2 buah Personal Computer atau Laptop yang telah terinstall Windows Operating System serta pastikan bahwa NIC Driver telah terpasang pada masing-masing PC atau Laptop tersebut, hasil instalasi yang benar dapat melalui :
    Pengujian Kabel UTP Crossover dan Straight Through

    Gambar 2.1 Device Manager

  2. Pasangkan kabel UTP konfigurasi Cross pada masing-masing komputer. Pemasangan kabel yang benar ditandai dengan berkedipnya LED pada Female Connector RJ45 di masing-masing komputer seperti pada gambar 2.2.
    Pengujian Kabel UTP Crossover dan Straight Through

    Gambar 2.2 Hubungan 2 komputer menggunakan kabel Crossover

  3. Lakukan penomeran (pengisian IP Addres) secara manual pada masing-masing komputer (sesuai kelompok pratikum) seperti gambar 2.3 dengan cara :
    Klik Start -> Control Panel -> Network n Internet -> Network & Sharing Center -> Change Adapter Setting -> Local Area Connection -> Properties -> Klik  TCP/IPv4 -> Klik kanan PropertiesPengujian Kabel UTP Crossover dan Straight ThroughPengujian Kabel UTP Crossover dan Straight ThroughPengujian Kabel UTP Crossover dan Straight Through

    Gambar 2.3 Set IP Address

  4. Lakukan pengujian kabel UTP konfigurasi Crossover tersebut menggunakan Ping Utility dengan cara Klik Start -> tuliskan cmd pada kolom Search program and file, kemudian tekan Enter.
  5. Pada C:\Users\ Seven -> Tuliskan Ipconfig, kemudian amati hasilnya
  6. Tuliskan Ping 192.168.10. X (IP komputer sendiri) dan amati hasilnya
  7. Tuliskan Ping 192.168.10. X (IP komputer tujuan) dan amati hasilnya
  8. Ulangi langkah kerja nomer 5 s/d 7 dengan menggunakan kabel UTP  Straight Throught sesuai pada gambar 2.5 berikut ini:
    Pengujian Kabel UTP Crossover dan Straight Through

    Gambar 2.5. Hubungkan 2 komputer menggunakan HUB

  9. Buatlah File Text pada PC_B (New) yang berisi nama kelompok pratikum dan anggotanya, kemudian simpan pada folder Libraries Documents.

HASIL PERCOBAAN :

  1. Menguji kabel UTP konfigurasi Crossover :
    • Tampilan pada komputer A :
      Pengujian dengan Ping Utility dengan IP Addres pada komputer sendiri.
      Pengujian Kabel UTP Crossover dan Straight Through
    • Apabila kita mendapatkan respon seperti di atas jika menggunakan Ping Utility ke komputer lain yang juga terkoneksi ke jaringan, maka bisa dipastikan bahwa komputer kita sudah terhubung dengan baik. Jika balasannya seperti ini :

    • Sharing folder dengan komputer A dan Komputer B. Klik New Folder -> Ganti nama folder EK_3B K1 -> Klik kanan folder EK_3B K1 -> pilih share with -> klik specific people -> file sharing pilih everyone pada kolom -> klik ADD -> klik nama everyone -> ganti read/write pada permission level -> klik share.


      Gambar 2.3. Langkah-langkah Sharing folder pada komputer

  2. Menguji kabel UTP konfigurasi Straight Throught :
    • Tampilan pada komputer A : Pengujian dengan Ping Utility dengan IP Address pada komputer sendiri.
    • Apabila kita mendapatkan respon seperti di atas jika menggunakan Ping Utility ke komputer lain yang juga terkoneksi ke jaringan, maka bisa dipastikan bahwa komputer kita sudah terhubung dengan baik. Jika balasannya seperti ini :

ANALISA :

Kita melakukan test koneksi secara langsung dari satu device ke device lain. Kita melakukan test koneksi melalui perintah PING, pada command prompt. Jika terjadi kegagalan, maka kita melakukan pengecekan kesalahan pada kabel UTP, PORT RJ45, dan port HUB/SWITCH.

Apabila sudah terhubung antar komputer bisa melakukan pengujian dengan sharing data berupa folder atau file. Tujuan dari teknik ini adalah untuk berbagi akses kepada user lain pada suatu folder yang anda inginkan. Anda bisa memilih kepada user mana saja yang bisa atau boleh mengakses folder anda dan juga bisa memberikan akses kepada semua orang yang ada pada jaringan atau network anda.

Perbedaan kabel straight dan cross dalam pengiriman data dan penerimaan data :

Penggunaan kabel Straight terjadi saat kita ingin menghubungkan antara komputer dan hub atau sebaliknya. Dengan kata lain, penggunaan metode ini yaitu kita akan menghubungkan 2 komputer atau lebih, namun melalui perantara seperti hub atau switch.

Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.

Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.

Penggunaan kabel cross terjadi saat kita ingin menghubungkan komputer ke komputer lain atau menghubungkan 2 komputer atau hub ke hub. Dengan kata lain, kabel cross dalam penggunaannya yaitu untuk menyambungkan dua perangkat jaringan yang sama.

Pada gambar, hubungkan pin 1 dan 2 di ujung A ke pin 3 dan 6 di ujung B, dan juga hubungkan pin 1 dan 2 di ujung B ke pin 3 dan 6 di ujung A. Sebagai hasilnya, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel akan berfungsi untuk mengirim data, sementara pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel akan berfungsi untuk menerima data, karena pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6.

PERBEDAAN REQUEST TIME OUT DENGAN DESTINATION UNREACHABLE

Request Time Out adalah ketika Komputer server tidak merespon permintaan koneksi dari klien setelah beberapa lama (jangka waktu timeout bervariasi) antara lain karena :

  1. Utilisasi/pemakaian bandwidth sudah penuh. solusi harus upgrade kecepatan
  2. Kualitas akses jaringan (wireless/wireline) kurang bagus
  3. Website tujuan memiliki delay yang tinggi, sehingga ping timeout
  4. Koneksi ke IP tersebut putus, atau
  5. Port di komputer tersebut ditutup
  6. Adanya Firewall
  7. Kabel rusak atau tidak terpasang

Cara Mengatasinya :

  1. Check kembali penulisan IP Tujuan pada sintaks ping
  2. Check kembali apakah pemasangan kabel sudah tepat di Komputer tujuan
  3. Check kembali NetID pada computer tujuan
  4. Matikan Firewall di kedua computer (Cara Matikan Firewall)

Destination unreachable, terjadi jika host, jaringan, port atau protocol tertentu tidak dapat dijangkau. Hal ini dikarenakan :

  1. Kabel jaringan, LAN Card atau Wireless USB kemungkinan tidak terhubung ke PC atau perangkatnya rusak
  2. HUB/SWITCH tidak di nyalakan atau rusak
  3. Status “Local Area Connection” masih “Disable” pada Network Connection di Control Panel

Penyelesaiannya :

  1. Hubungkan perangkat jaringan tersebut dengan baik pada posisinya, jika perangkat rusak maka perlu di ganti posisi PCI untuk LAN Card ke slot yang baru(jika tidak berdampak sama sekali maka gantilah dengan baru), jika perangkat adalah Wireless USB, maka pastikan lampu indicator menyala dan coba di pindahkan ke port USB yang lain (jika tidak berdampak sama sekali maka gantilah perangkat dengan yang baru).
  2. Nyalakan HUB/SWITCH dan coba pindahkan kabel jaringan komputer target ke slot yang lain, lalu coba tes koneksi lagi.Jika tidak ada perubahan setelah di cek dengan penyelesaian masalah 1 maka dapat di pastikan HUB/SWITCH anda rusak, sehingga harus di perbaiki atau di ganti dengan yang baru.
  3. Klik kanan pada Local Area Connection yang “disable” dengan warna abu abu lalu klik “enable” dan coba lakukan tes koneksi lagi.

KESIMPULAN :

  1. Adanya kebutuhan akan pengujian koneksi sangat penting sebelum melakukan berbagi dokumen atau berbagi data apa pun dari suatu perangkat ke perangkat lainnya.
  2. Anda dapat menguji koneksi antara kabel dengan menggunakan Ping Utility. Lakukan ping ke IP address pada komputer A dan komputer B.
  3. Pada Model Straight Cable, pengiriman data terjadi saat network adapter mengirimkan data ke hub/switch baru dan kemudian kembali ke hub. HUB/SWITCH menerima data sebagai sinyal pengiriman data dari network adapter, sementara network adapter berperan sebagai penerima data dan menerima data dari HUB/SWITCH.
  4. Dalam model Cross Cable (kabel silang), dua komputer yang saling terhubung melakukan pengiriman dan penerimaan data. Proses ini melibatkan penggunaan network adapter pada masing-masing komputer. Saat mengirim data, network adapter komputer 1 mengirimkan data ke network adapter komputer 2. Ketika menerima data, network adapter komputer 1 menerima data yang dikirimkan oleh network adapter komputer 2. Dengan demikian, terjadi pertukaran data antara kedua komputer melalui kabel silang tersebut.
  5. Kegagalan koneksi atau RTO (request timed out) dapat terjadi karena putusnya kabel UTP, buruknya konfigurasi kabel UTP ke konektor RJ 45, serta OS komputer yang tidak saling mendukung satu dengan yang lainnya.
  6. Keuntungan Sharing Data :
    • Back-up data
    • Aman-menjaga data dalam lingkungan yang aman
    • Mengurangi biaya duplikasi usaha pengumpulan data
  7. Kelemahan Sharing Data :
    • Administrator jaringan harus mengatur sharing folder dengan baik untuk mencegah bocornya akses oleh orang yang tidak berhak, sehingga kemudahan sharing file dalam jaringan hanya untuk orang-orang yang menjadi tujuan.

Add a Comment

Follow by Email
Pinterest
fb-share-icon
LinkedIn
Share
WhatsApp