Sensor Suhu dan Kelembaban Udara DHT11

Sensor Suhu dan Kelembaban Udara DHT11: Eksperimen Praktis Berbasis Arduino

Percobaan ini bertujuan untuk mengeksplorasi kegunaan sensor Suhu dan Kelembaban Udara DHT11 dengan pendekatan aktif dan praktis. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, akan dibuat sebuah alat ukur Suhu dan Kelembaban Udara berbasis Arduino yang dapat memberikan data yang akurat dan terpercaya. Dengan data yang diperoleh dari sensor ini, kemudian akan diimplementasikan sebuah simulasi penyiram tanaman otomatis yang responsif terhadap perubahan suhu dan kelembaban udara. Selain menjadi sarana pembelajaran yang menarik, percobaan ini juga memiliki potensi praktis untuk membantu mengoptimalkan kualitas pertumbuhan tanaman dalam kondisi lingkungan yang berbeda.

Dasar Teori

Sensor DHTI1 merupakan module sensor yang berfungsi untuk mengukur dua parameter lingkungan sekaligus, yaitu suhu dan kelembaban udara. Objek hasil pembacaan dari sensor ini memiliki output tegangan analog yang dapat diolah lebih lanjut menggunakan Arduino maupun ESP8266.

Adapun spesifikasi DHT11 adalah sebagai benkut:

  • Kisaran Kelembaban: 20-90% RH
  • Akurasi Kelembaban: ± 5% RH
  • Kisaran Suhu: 0-50° C
  • Akurasi Suhu: ± 29%° C
  • Tegangan Pengoperasian: 3V hingga 5.5V

Ada dua versi berbeda dari DHTI1 yang mungkin ada di pasaran. Satu tipe memiliki empat pin, dan tipe lainnya memiliki tiga pin yang terpasang ke PCB kecil. Versi yang terpasang pada PCB relative lebih bagus karena sudah terpasang resistor 10K Ohm pull up yang terhubung ke pin sinyal output.

Sensor Suhu dan KelembabanGB 1 Sensor Suhu dan Kelembaban Udara DHT11

DHT11 mengukur suhu dengan sensor suhu termistor (NTC) yang terpasang di permukaan pada modul ini, sedangkan IC yang berada di bagian belakang modul mengubah pengukuran resistansi menjadi kelembaban relatif. Ini juga menyimpan koefisien kalibrasi, dan mengontrol transmisi sinyal data antara DHT11 dan Arduino.

Adapun Relative moisture (RH) merupakan jumlah uap air di udara versus titik saturasi uap air di udara. Pada titik jenuh, uap air mulai mengembun dan menumpuk di permukaan yang membentuk embun.

Kelembaban relatif merupakan persentase pada 100% RH terjadi kondensasi, dan ketika pada 0% RH, udara benar-benar kering.

Rumus untuk menghitung kelembaban relatif adalah:

Sensor Suhu dan Kelembaban

Komponen pendeteksi kelembaban berupa substrat penahan kelembaban dengan elektroda yang cara pengaplikasiannya ke permukaan. Ketika substrat menyerap uap air, substrat juga akan melepaskan ion, kemudian akan meningkatkan konduktivitas antara elektroda. Perubahan resistansi antara kedua elektroda sebanding dengan kelembaban relatif.

Alat dan Bahan

  1. Board Arduino Uno
  2. Modul sensor suhu dan kelembaban udara DHT11
  3. Kabel jumper
  4. PC/Laptop dengan software Arduino IDE
  5. Kertas/Tissue
  6. Air secukupnya

Langkah Percobaan

  1. Susun rangkaian seperti pada gambar 2 (nomor pin yang terhubung ke arduino dapat berbeda)
    Sensor Suhu dan KelembabanGB 2 Rangkaian Percobaan (DHT11 dengan 3 pin)
    GB 3 Rangkaian DHT11 dengan LDC I2C
  2. Tulis program seperti di bawah ini atau download .txt—> Program LCD I2C
    
    #include 
    #include 
    #include 
    #include 
    LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);
    // set the LCD address to 0x27 for a 16 chars and 2 line display
    DHT dht(2,DHT11);
    void setup()
    {
    lcd.init();
    lcd.begin(16,2);
    Serial.begin(9600);
    dht.begin();
    }
    void loop()
    {
    float kelembaban = dht.readHumidity();
    float suhu = dht.readTemperature();
    delay(200);
    Serial.print("kelembaban");
    Serial.print(kelembaban);
    Serial.print(" ");
    Serial.print("suhu: ");
    Serial.println(suhu);
    delay(1000);
    lcd.backlight();
    lcd.clear();
    lcd.setCursor(0,0);
    lcd.print("Kelembaban");
    lcd.print((int)kelembaban);
    lcd.print("%");
    lcd.setCursor(0,1);
    lcd.print("Suhu: ");
    lcd.print((int)suhu);
    lcd.println("*C");
    delay(1000);
    }
    
  3. Lalu, jalankan Program, dan amati hasil pembacaan nilai suhu dan kelembaban udara yang muncul pada layar monitor dan atau di LCD.
  4. Selanjutnya, basahi kertas tissue secukupnya, tempelkan pada permukaan sensor D HT11. Baca dan catat nilai pengukurannya.
  5. Ulangi langkah di atas dengan menambahkan air dengan kelembaban yang berbeda pada kertas tissue sehingga mendapatkan nilai kelembaban yang berbeda. Kemudian catat hasil pembacaannya.

Hasil Percobaan

  1. Pembacaan nilai kelembaban melalui LCD I2C
    GB 4 Percobaan dengan tisu yang diberi air
  2. Tabel Pengukuran Suhu dan Kelembaban pada LCD I2C

Kesimpulan

Sensor Suhu dan Kelembaban DHT11 mempunyai ketelitian yang baik dalam mengukur suhu dan kelembaban. Perubahan nilai kelembaban berbanding terbalik dengan perubahan suhu, jika suhu naik, maka kelembaban akan turun. Kemudian sensor ini juga berfungsi untuk mengukur suhu dalam bentuk satuan celcius dan kelembaban dalam persen.

Add a Comment

Follow by Email
Pinterest
fb-share-icon
LinkedIn
Share
WhatsApp