Subnetting 4 Router

TUJUAN PERCOBAAN

Setelah mengikuti praktikum “Subnetting 4 Router” ini, mahasiswa akan memiliki kemampuan praktis yang kuat dalam merancang jaringan komputer. Mereka akan mampu merancang jaringan secara efektif dengan menerapkan metode subnetting yang canggih, menggunakan tidak kurang dari empat router. Dalam proses ini, mahasiswa akan terlibat secara langsung dalam mengkonfigurasi setiap router dalam jaringan, mengasah keahlian mereka dalam menghitung jumlah subnet_id dan host_id yang diperlukan dalam struktur jaringan yang kompleks. Praktikum “Subnetting 4 Router” ini juga akan memperkenalkan mahasiswa pada uji coba jaringan yang komprehensif menggunakan Packet Tracer, di mana mereka akan menguji performa jaringan melalui alat Ping Utility dan PDU (Packet Data Unit). Dengan demikian, praktikum ini merangkul tujuan yang beragam, mulai dari penguasaan teknik subnetting hingga pengembangan keterampilan uji coba jaringan, semuanya memberikan bekal berharga dalam mengelola jaringan komputer secara profesional.

LANDASAN TEORI

Subnetting adalah cara memisahkan suatu jaringan komputer berskala besar dan terpisah jauh secara geografis kedalam jaringan-jaringan yang lebih kecil (subnet). Tujuan pemisahan jaringan tersebut adalah:

  1. Pertama adalah untuk mengurangi trafik dalam jaringan,
  2. Kemudian yang kedua untuk meningkatkan (optimasi) perfoma suatu jaringan, dan
  3. Yang ketiga yaitu untuk mempermudah manajemen atau pengelolaan jaringan.

Selanjutnya langkah-langkah yang Anda perlukan untuk membangun suatu jaringan komputer dengan subnetting adalah sebagai berikut :

  1. Pertama, Anda harus menetapkan jumlah subnet_id pada jaringan
  2. Kemudian tetapkan jumlah host_id per subnet jaringan.
  3. Lalu Anda juga harus menentukan subnet mask untuk suatu jaringan.
  4. Terakhir bagilah jaringan menjadi subnet_id dan host_id dengan cara menambahkan jumlah bit mask (bit 1) pada subnet mask.
SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTER

Pada gambar 10.1, subnetting dilakukan pada jaringan klas C dengan menambahkan 5 bit ‘1’ (bit mask), sehingga jaringan tersebut terbagi menjadi (25 = 32) subnet dan masing-masing subnet terdiri dari (23=8) host dengan subnet mask address nya adalah 255.255.255.248 (/29). Kemudian untuk lebih jelasnya subnetting pada jaringan komputer dengan network address 192.168.20.0 dapat Anda lihat pada tabel 10.1. berikut ini.

Tabel 10.1. Subnetting dengan subnet mask address 255.255.255.248 (/29)

SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTER

PERALATAN DAN BAHAN

SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTER

GAMBAR PERCOBAAN

SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTERGambar 10.2 Gambar Percobaan Subnetting dengan 4 Router

HASIL PERCOBAAN

  1. Konfigurasi Static
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTERGambar 10.3 Konfigrasi Subnetting 4 Router
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTERGambar 10.4 Konfigurasi Static dari Router A
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTERGambar 10.5 Konfigurasi Static dari Router B
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTERGambar 10.6 Konfigurasi Static dari Router C
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTERGambar 10.7 Konfigurasi Static dari Router D
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTER
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTER
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTER
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTERGambar 10.8 PDU succesfull A-D
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTERGambar 10.9 PDU Succesfull A-C
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTERGambar 10.10 PDU Succesfull B-C
    SUB NETTING DENGAN 4 BUAH ROUTERGambar 10.11 PDU Succesfull B-D
    Gambar 10.12 PDU succesfull dari Router A
    Gambar 10.13 PDU succesfull dari Router B
    Gambar 10.14 PDU succesfull dari Router C
    Gambar 10.15 PDU succesfull dari Router D
  2. Konfigurasi Dynamic
    Gambar 10.16 Konfigurasi Dinamic dari Router A
    Gambar 10.17 Konfigurasi Dinamic dari Router B
    Gambar 10.18 Konfigurasi Dinamic dari Router C
    Gambar 10.19 Konfigurasi Dinamic dari Router D
    Gambar 10.20 PDU Succesfull A-D
    Gambar 10.21 PDU Succesfull A-C
    Gambar 10.22 PDU Succesfull B-C
    Gambar 10.23 PDU Succesfull B-D
    Gambar 10.24 PDU Succesfull dari Komputer A
    Gambar 10.25 PDU Succesfull dari Komputer B
    Gambar 10.26 PDU Succesfull dari Komputer C
    Gambar 10.27 PDU Succesfull dari Komputer D

ANALISA

  1. Konfigurasi Static

    Konfigurasi Static memerlukan next hope yang berbeda-beda pada setiap Router untuk memberikan jalan kepada setiap komputer agar dapat saling berkomunikasi.

    Berikut tabel next hope untuk konfigurasi Static :

  2. Konfigurasi Dynamic

    Konfigurasi Dynamic hanya memerlukan 1 Network Address yang sama untuk setiap Router

    Router A = B = C = D -> 192.168.60.0

KESIMPULAN

  1. Pertama, membuat jaringan komputer dengan metode subnetting dapat Anda lakukan dengan konfigurasi Static dan Dynamic
  2. Konfigurasi Static merupakan metode manual pembuatan jaringan komputer, sedangkan konfigurasi Dynamic merupakan metode otomatis dengan hanya 1 Network Adress
  3. Untuk membangun jaringan komputer dengan subnetting langkah pertama yang harus Anda lakukan yaitu menentukan subnet_id dan host_id.
  4. Terakhir, pengujian mengggunakan Ping Utility dan PDU akan berhasil ketika telah ada perberitahuan “successfull

Add a Comment

Follow by Email
Pinterest
fb-share-icon
LinkedIn
Share
WhatsApp